Pindah Rumah

Blogger Moker, sekarang ada di

www.bloggermoker.cjb.net

atau

www.blogger-moker.co.cc

Ayo cepet gabung.

Makasih.

Maja van Java Cinema Club

“Imagining Trace Memories”
Gratis 6 Bulan Nonton Film
Dlanggu, 8 Maret – 30 Agusutus 2008

Gagasan Dasar Maja van Java Cinema Club

Kesenian dan kebudayaan merupakan salah satu pilar utama dalam mengembangkan dinamika dan potensi suatu masyarakat. Keniscayaan ini telah menjadi kesepakatan umum di mana setiap lembaga pemerintah terus bergiat dan menggalakkan sumber daya manusia juga alam lingkungannya. Baik untuk tujuan pariwisata, gerakan sosial budaya, pengembangan kreativitas dan potensi masyarakatnya. Kerja budaya secara praksis-dialektis tidak mesti dipantik dan digalakkan oleh pemerintah. Namun masyarakat juga layak dan berhak untuk menumbuhkembangkannya. Terutama di kota Mojokerto. Kota ini sekarang mulai menggeliat untuk terus membangkitkan khazanah kebudayaan yang dimilikinya di mana tilas dan situs kebudayaan Majapahit yang teramat luar biasa itu kini tiada henti dijadikan penelitian dan studi yang memancing minat banyak peneliti baik dari dalam negeri sendiri maupun dari negara manca.

Beragam kreativitas terus bergerak. Menginspirasi sekian aspek kehidupan. Situs-situs pun mulai dikenalkan dengan menyematkan nilai historis juga pesta atau festival. Terutama di daerah Trowulan dan Troloyo. Saat ini seni ludruk dan Bantengan telah menjadi maskot kebudayaan bagi Mojokerto. Perlu dijaga kelestariannya, dan jika mungkin dikembangkan sisi-sisi yang belum tersingkap dari dua seni beraset tinggi ini. Ini dinamika yang perlu disambut dan terus ditumbuhsuburkan dalam kesadaran masyarakat secara luas. Lebih-lebih bagi seniman, budayawan, LSM, dan lembaga pemerintahan.

Mojokerto paling tidak bisa mengambil inspirasi dari kota-kota budaya lain semisal Bali, Yogyakarta, Riau, atau Bandung yang telah diakui eksistensinya sebagai kota budaya yang progresif dengan segala sumber daya dan sokongan yang akomodatif, bergayung sambut, dan tiada henti menggali khazanah budaya mereka. Intinya, Mojokerto ini sebenarnya kaya budaya, namun belum maksimal digarap secara serius.

Maka, kegelisahan kami, lewat kelompok pecinta film Maja van Java Cinema Club ingin sedikit ikut berpartisipasi dalam menyemarakkan dan mewarnai serta menampilkan sisi lain dengan mengadakan kegiatan pemutaran film gratis selama 6 bulan di Pohkecik, Dlanggu, Mojokerto dengan tema “Imagining Trace Memories”. Di samping pemutaran film di setiap minggu, kami juga mengadakan diskusi kecil terkait tema film dan budaya Mojokerto. Seperti sebulan pemutaran film Charlie Chaplin yang kemudian diretrospeksi dengan para pelawak ludrukan dalam kerlap-kerlip dunia dagelan kosmopolitan saat ini di stasiun-stasiun televisi.

Karena itu, kita berharap Pacet, dengan panorama eksotisnya dan beberapa obyek wisatanya, dapat mencuat dan berkibar sebagai Paris-nya kota Mojokerto. Dan nama Maja van Java Cinema Club kami ikhtiarkan sebagai bentuk representasi bahwa kejayaan dan kebudayaan Jawa silam pernah diukir dengan cemerlang oleh kerajaan Majapahit.

Tujuan dan Harapan Kegiatan

1. Pemberdayaan dan penumbuhan kesadaran masyarakat untuk menghargai dan menghayati seni dan kehidupan melalui media film.

2. Pengenalan dan mengayaan khazanah film yang berbobot dan inspiratif dengan nilai-nilai moral, tokoh-tokoh sejarah, kemuliaan hidup, serta kegigihan untuk tak menyerah dalam bercita-cita dan berkarya cipta. Baca selebihnya »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!